Kamis, 20 Januari 2011

GAYUS News

GORONTALO, KOMPAS.com — Nama sebuah kelompok lawak lokal, Pa Kuni Brother, ikut melejit karena Gayus Tambunan yang juga menginspirasi musisi Gorontalo, Bona Paputungan, menciptakan lagu "Andai Aku Gayus".

Pasalnya, grup lawak inilah yang turut mendukung dan menghidupkan adegan dalam klip video "Andai Aku Gayus", yang kemudian menghebohkan banyak orang itu.

Hasdin Danial (47), personel Pa Kuni Brothers, Kamis (20/1/2011), mengaku sejak lagu itu diputar berulang-ulang oleh banyak televisi swasta, nama mereka juga lebih banyak dikenal dan disebut-sebut masyarakat Gorontalo.

"Tiap ketemu orang, mereka langsung bilang, oh, itu Pa Kuni, yang jadi sipir di videonya Gayus," kata dia tergelak.

Yusdin Danial (41), personel lainnya, turut merasakan hal serupa sejak lagu berlirik agak satir dan jenaka itu dikenal banyak orang.

Dirinya juga banyak mendapatkan telepon dan pesan singkat dari rekan-rekannya. Bahkan, nama Gayus juga kerap disematkan pada dirinya saat bertemu dengan teman-teman.

Pa Kuni Brother adalah grup lawak yang terdiri dari empat kakak beradik. Grup lawak ini dibentuk pada 2003. Mereka adalah Hasdin Danial (47) atau lebih dikenal sebagai Pa Kuni, Djabir Danial (48) sebagai Ka Ita Nyonyo, Sofyan Danial (45) sebagai Ka Haya, dan Yusdin Danial (41) sebagai Pa Ade.

Dalam klip video "Andai Aku Gayus", Pa Kuni dan Ka Ita Nyonyo berperan sebagai sipir penjara yang disogok uang oleh Bona "Gayus" Paputungan.

Ka Haya dan Pa Ade berperan sebagai narapidana, yang melihat permainan "Gayus" menyogok penjaga lembaga pemasyarakatan.

ANT
Sumber :
Dibaca : 5875 |
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini.

  • ajie muliakencana
    Jumat, 21 Januari 2011 | 10:34 WIB
    BONGKAR semuanya gayus!

  • stevan naja
    Jumat, 21 Januari 2011 | 10:01 WIB
    Terbukti juga kasus Gayus bisa untuk cari makan...buktinya udah ada...

  • prawiro harto
    Jumat, 21 Januari 2011 | 09:36 WIB
    Rejeki datangnya juga tiba-2, Bona dkK semakin populer "GOOD LUCK" Anda punya bakat, dan peluang didepan mata.

  • Fadri Irman
    Kamis, 20 Januari 2011 | 22:12 WIB
    Kasus Gayus ternyata ada hikmahnya dan membuat inspirasi seniman. baiak dari segi pertunjukan, puisi maupun lagu. ada manfaatnya juga.
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a6f23c6b&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=155&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a6f23c6b' border='0' alt='' /></a>
<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a4ba3188&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=156&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a4ba3188' border='0' alt='' /></a>
<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a893a7fd&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=158&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a893a7fd' border='0' alt='' /></a>
TEMPO Interaktif, Kediri - Tak hanya di Jakarta, lagu berjudul "Andai Aku Jadi Gayus" ciptaan Bona Patupungan mulai populer di Kediri. Sejumlah pengamen jalanan ramai-ramai menghafal dan menyanyikan lagu tersebut.

Sutono, 21, pengamen jalanan yang kerap menghibur penumpang bus di terminal Tamanan Kediri mengaku tertarik menyanyikan lagu itu setelah melihat tayangan televisi. Apalagi lagu tersebut berkisah tentang Gayus Tambunan, mafia pajak yang hari ini divonis tujuh tahun kurungan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang sedang ramai dibicarakan orang. “Enak aja dinyanyikan,” katanya sambil menenteng gitar akustik, Rabu (19/1).

Bersama beberapa pengamen lainnya, Sutono mulai menghafal lirik lagu tersebut dua hari lalu. Meski tak memiliki kasetnya, mereka tak mengalami kesulitan untuk menghafal. Terlebih lagi sebuah media cetak di Kediri telah memuat lirik tersebut dengan lengkap.

Masih menurut Sutono, lagu tersebut juga sangat mudah dihafal karena memiliki lirik yang pendek. Beberapa bagian kalimatnya juga diulang-ulang dengan pilihan nada yang tak terlalu ribet. “Kuncinya juga sederhana,” katanya.

Yang terpenting, kata dia, liriknya berisi protes atas ketidakadilan hukum di Indonesia. Sebab, lagu-lagu bertema kritik sosial seperti itu sudah lama tak terdengar. Biasanya para pengamen kerap membawakan lagu-lagu Iwan Fals yang bertema sosial.

HARI TRI WASONO