

Sahabat,
Lama kufikir..apa aku menyatakan dalam blog ini atau tidak, namun kufikir ulang ternyata pula bahwa jika aku tak menyatakan ini sembari aku meminta sahabat memberi pendapat bukan pendapatan mengenai persoalan bangsa kita: "hampir setaip waktu kita dengar tawuran antar pelajar, mahasiswa apalagi..yang hancur bangunan tak bersalah. Fikirkan pua ketika sebagian oknum bangsa kita menyatakan diri sebagai yang paling benar mengatasnamakan agama pula, membunuh sesama, argumentasi mereka berdosa, membela Yahudi. Sebagian anak bangsa begitu tega: mencampur makanan kudapan rakyat dengan zat berbahaya: borax, formalin, zat pewarna pakaian, yang parah membunuh satwa primata di taman nasional lagi...mencampurkan dagingnya untuk bakso. Sebagian lagi melakukan rekayasa membongkar sepeda motor awak tak berdosa...mengganti onderdeel, memasang bekas atau barang curian menjual ke penadah. Sementara sebagian yang lain dengan tega menjual anaknya, untuk menjalankan prostitusi, menjadi anak jalanan. Di sbelah sana kalian lihatlah mereka membeli "skimmer" di Singapura...memindainya dengan kartu ATM sesamanya kemudian tanpa seizinnya (sudah tentu!) untuk menangguk uang bagi seenak perutnya. Pertanyaanku:" apakah ini karena dilatari kemiskinan, mentalitas suka mengambil jalan pintas seperti dikata alm Prof Koentjaraningrat atau Mochtar Loebis atau perilaku menyimpang berfikir asal gampang?.
Adakah sahabat punya pendapat..sekalipun tidak berlipat, mohonlah suka mengirimkan..daku akan semangat...sekalipun tanpa pendapatan tapi Insya Allah masih punya kejujuran. Insya Allah.
Wassalam,
IK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar