Satpol PP: Jasad Mbah Priok Tidak Ada di Makam Itu
Rabu, 14 April 2010 | 14:16 WIB
Warga mempersenjatai diri dengan senjata tajam saat terlibat bentrok dengan satpol PP dalam upaya pembongkaran kompleks makam Mbah Priok di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Satpol PP Harianto Badjoeri menyatakan, jasad Al Arif Billah Hasan bin Muhammad Al Haddad atau biasa dikenal dengan nama Mbah Priok sebenarnya sudah tidak ada di kawasan makam Mbah Priok yang dipertahankan warga. Jasad Mbah Priok telah dipindahkan ke TPU Semper.
Meski begitu, menurut Harianto, pihak Pemerintah Kota Jakarta Utara tidak bermaksud menggusur makam. "Makam ini tidak akan digusur, tetapi dipugar, dipercantik," kata Harianto di lokasi terjadi bentrok di depan makam Mbah Priok, Koja, Jakarta Utara, Rabu (14/4/2010).
Harianto menegaskan, eksekusi yang dilakukan Satpol PP bukan merupakan eksekusi makam Mbah Priok, melainkan eksekusi bagi bangunan liar disekitarnya. Bangunan yang didirikan tanpa izin dari pemilik tanah itu digunakan bagi para peziarah yang ingin mengunjungi makam meskipun jasad Mbah Priok tidak lagi ada di tempat itu.
Pemindahan jasad Mbah Priok didasarkan pada putusan pengadilan yang menyatakan bahwa lokasi makam Mbah Priok merupakan tanah milik PT Pelindo II.
Bentrokan antara warga dan Satpol PP saat eksekusi makam mengakibatkan jatuhnya korban luka-luka di kedua belah pihak. Para korban hingga Selasa siang telah dirawat di RSUD Koja, Jakarta Utara. Sementara proses eksekusi masih tetap berlangsung di kawasan lahan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II tersebut
Satpol PP: Jasad Mbah Priok Tidak Ada di Makam Itu -v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar